MAGELANG – Calon gubernur yang diusung PDI Perjuangan Ganjar Pranowo semakin intensif mendekati warga NU. Ganjar berharap nahdliyyin yang merupakan mayoritas di Jawa Tengah menjadi pendukungnya dalam pilgub yang digelar 26 Mei. Hal itu disampaikan Ganjar usai berdialog dengan PCNU Kabupaten Magelang, badan otonom NU, dan puluhan kiai kampung, Minggu (21/4).

Sebelumnya, cagub nomor urut 3 itu menggelar jalan sehat di Kota Magelang, dilanjutkan mujahadah bersama ribuan warga NU di Ponpes Darussalam Timur, Dusun Watucongol, Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan. Hadir dalam acara tersebut, pengasuh Ponpes Ushuluddin Salaman KH M Mansyur Chadziq, Ketua DPC PDIP Kabupaten Magelang Singgih Sanyoto, Ketua PCNU KH Afifudin Lc, Ketua PC Muslimat NU Noer Istikomah, Ketua PC Fatayat Titik Rahmawati, dan ribuan kiai kampung.

Ganjar mengajak warga NU mengembangkan pertanian organik. Ia juga mengakui partisipasi warga NU dalam memajukan bangsa dan menyejahterakan masyarakat.
”Banyak sumbangsih NU dalam pertanian. Kerja sama NU dan sejumlah pendeta menghasilkan pupuk organik yang bagus. Kami akan undang mereka untuk memberi pemaparan,” kata Ganjar.

Menurut Ganjar, penggunaan pupuk kimia menyebabkan tanah rusak dan tidak subur lagi. Karena itu, ia mengajak warga NU mengembangkan pertanian ramah lingkungan. Menurut dia, agar maju, petani butuh pendampingan penyuluh pertanian. Jika terpilih menjadi gubernur, Ganjar ingin setiap desa memiliki satu penyuluh pertanian.

”Satu desa harus punya satu penyuluh. Mereka tidak sekadar penyuluh, namun terlibat langsung dalam pertanian masyarakat. Penyuluh harus didiklat,” jelasnya.

Mandiri

Ia mengatakan lebih lanjut, untuk memajukan petani di Jawa Tengah diperlukan jaminan ketersediaan air dan pupuk serta pemasaran hasil panen. ”Seperti kata Bung Karno, kita harus mandiri dalam bidang ekonomi,” tegasnya.

Menurut Ganjar, dirinya mempunyai kedekatan kultural dengan NU. Salah satu contoh, mertuanya merupakan tokoh NU di Purbalingga. ”Saya juga sudah sowan kepada tokoh-tokoh NU. Ini saran Pak Adnan (Ketua PWNU Jateng Moh Adnan),” kata dia.

Ketua PCNU Kabupaten Magelang KH Afifudin Lc mengapresiasi langkah Ganjar mendekati nahdliyyin di Magelang. Apalagi, Ganjar merupakan cagub yang memiliki nasaf (keturunan) NU. Ia mempersilakan warga NU memilih cagub terbaik sesuai keyakinan masing-masing. Dalam acara itu, sejumlah kiai kampung menanyakan nomor urut Ganjar dalam pilgub agar kelak tidak salah pilih. (H66-59)

Sumber: http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/cetak/2013/04/22/222517/Ganjar-Mujahadah-Bareng-Kiai-Kampung-

PATI, berita21.com – Setelah Kamis kemarin (18/4) berkunjung ke Kabupaten Blora, giliran Kabupaten Pati disambangi calon Gubernur Jateng. Ganjar Pranowo, cagub yang diusung PDIP dan berpasangan dengan Heru Sudjatmoko, berkunjung ke sejumlah lokasi di Pati, hari Jumat (19/4).
Dalam kunjungannya, Ganjar mengunjungi Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Bajomulyo di pelabuhan Juwana dan area pertanian di Kecamatan Sukolilo. Namun sebelumnya Ganjar mengunjungi Pasar Puri Baru, untuk melakukan diskusi dan dialog interaktif dengan pedagang.
“Pengembangan pasar tradisional harus tetap terjaga, pedagang juga perlu mendapat perlindungan agar tetap bertahan” terang Ganjar.
Selanjutnya Ganjar menyoroti maraknya pasar modern dan minimarket yang sampai menembus pedesaan. Pasar tradisional harus tetap menjadi pilihan masyarakat dan itu perlu penataan.
“Pemerintah daerah harus melindungi pasar tradisional dan pedagangnya, untuk itu dibutuhkan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi” papar Ganjar.
Ganjar juga menilai bahwa pemerintah kurang memberikan informasi harga komoditas. “Pedagang juga berhak mendapat informasi tentang fluktuasi harga komoditas. Perlu pengelolaan yang lebih baik agar pedagang juga mendapat informasi yang memadai” tandasnya.
Lebih lanjut Ganjar Pranowo menegaskan akan selalu memperjuangkan agar pasar tradisional tetap hidup. Merebaknya minimarket dan pasar modern harus segera dibatasi dan regulasi yang mengatur pun sudah jelas.

Sumber: http://nasional.berita21.com/2013/umum/maraknya-minimarket-dan-pasar-modern-disorot-ganjar-pranowo.html

Sragen – Dalam peringatan Hari Kartini tahun ini dimanfaatkan oleh tim pemenangan Calon Gubernur (Cagub) Jawa Tengah pasangan Ganjar Pranowo – Heru Sudjatmoko untuk sosialisasi pasangan tersebut, di Gedung Kartini Sragen, Minggu (21/4).

Acara dihadiri ribuan perempuan PDIP yang datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Selain calon wakil gubernur (Cawagub) Heru Sudjatmoko yang memberikan semangat untuk mendukung pasangan Ganjar-Heru, juga nampak hadir Sekretaris DPD PDI-P Jateng, Agustina Wiludjeng, Ketua DPC PDIP Sukoharjo Wardoyo Wijaya, Ketua DPC PDI-P Sragen Bambang Samekto, Sekretaris DPC PDI-P Sragen Sugiyamto, Ny Ganjar Pranowo, Ny Heru Sudjatmoko serta para istri pejabat lain, seperti istri Wakil Walikota Solo dan istri Bupati Klaten.

Dalam pidatonya, Cawagub Heru Sudjatmoko menyatakan, Jawa Tengah memerlukan pemimpin yang dapat membawa perubahan di segala bidang, seperti kehidupan sosial dan pembangunan insfrastruktur.

Selain itu, Heru menyoroti hubungan antara gubernur dengan bupati/walikota sekarang ini tidak terjalin dengan baik. Untuk itu kalau dipercaya rakyat, kata Heru, pasangan Ganjar-Heru akan membangun komunikasi dengan bupati/walikota di Jateng lebih baik lagi.

“Bagaimana pun, anggaran yang ada di daerah sebelum dilaksanakan harus ada persetujuan gubernur. Kalau komunikasinya baik maka program di daerah dapat dibicarakan lebih baik, mana yang kurang dan mana yang harus diutamakan,” katanya.

Sementara itu Agustina Wiludjeng, berusaha memberikan semangat kepada ribuan perempuan yang hari itu memenuhi Gedung Kartini. Menurutnya kepemimpinan yang sekarang ada (gubernur) dinilai belum berhasil, karena banyaknya insfrastruktur yang masih perlu dibenahi. Agustina meminta para kader PDIP agar mendukung kepemimpinan Ganjar-Heru yang diyakininya akan membawa perubahan.

Sumber: http://www.timlo.net/baca/68387/hari-kartini-ribuan-perempuan-deklarasikan-dukung-ganjar-heru/

Ganjar Pranowo membeli tape, didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Rembang, Sumadi HS.

Rembang – Calon gubernur Jawa Tengah dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo sempat “ditodong” oleh sejumlah pedagang pasar kota Rembang yang meminta uang, Sabtu pagi (20 April 2013).

Lalu bagaimana tanggapan Ganjar ? Ia menjawab singkat, kalau sekarang bagi bagi uang, kelak andai saja terpilih memimpin Jawa Tengah akan mudah terpancing melakukan korupsi uang rakyat. Begitu mendengar alasan sang Cagub, umumnya pedagang mau memahami.

Tapi supaya tidak terlalu mengecewakan, Ganjar Pranowo membeli beraneka makanan yang dijajakan pedagang, seperti tape, kedelai, ketimun dan es cendol. Tak dimakan sendiri, tetapi dibagikan kepada tukang becak yang mangkal di sekitar lokasi pasar. Saat berada di utara pasar, calon gubernur kelahiran Karanganyar berusia 45 tahun ini mendapati ada pedagang nenek tua menderita sakit dan terus muntah muntah. Ganjar meminta mobil yang ditumpanginya, untuk mengantar nenek tersebut berobat ke rumah sakit.

Ganjar kepada Reporter R2B mengungkapkan ingin memberikan pendidikan politik bersih kepada masyarakat. Jangan semata mata karena uang, tetapi idealnya pemilih melihat kualitas figur dan program pasangan calon.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Rembang, Mukhlis Ridho yang memantau kunjungan Ganjar Pranowo menjelaskan pihaknya tidak menemukan aksi bagi bagi uang maupun pelanggaran lainnya.

Soal memborong makanan, menurutnya wajar, karena calon ingin mendekatkan diri dengan masyarakat, tidak serta merta secara langsung mengarahkan pemilih mencoblos pasangan Ganjar Pranowo – Heru Sudjatmoko.

Seusai dari pasar kota Rembang, Ganjar Pranowo melanjutkan safari politik ke tempat pelelangan ikan (TPI) Tasikagung Rembang, sentra batik dan klentheng tua di Lasem. Siang harinya dilanjutkan berziarah ke makam RA Kartini dan kegiatan berakhir dengan deklarasi pemenangan pasangan Ganjar Pranowo – Heru Sujatmoko di kantor DPC PDI Perjuangan Kab. Rembang, yang dihadiri 500 an kader banteng moncong putih.

Sumber: http://radior2b.com/2013/04/20/ditodong-minta-uang-ganjar-punya-siasat-lain/

PATI (KRjogja.com) – Dua kader partai PDI Perjuangan hari ini melakukan aksi politik di Pati. Cagub Ganjar Pranowo melakukan safari ke beberapa wilayah kecamatan. Sementara malam ini, Wakil Gubernur Jateng Hj Rustriningsih akan tampil sebagai pembicara di forum pengajian di rumah Anies BHS di Kranggan Pati.

Seorang pendukung Rustriningsih di Pati, bernama Agus Riyanto ketika dikonfirmasi wartawan memastikan jika Wagub Jateng akan mengisi pengajian satu bulanan di rumah Anis BHS. “Transitnya wagub Jateng di rumah ibu Hj Supami di Randukuning,” ujarnya sambil menambahkan jika sosok Hj Supami merupakan kader PDI Perjuangan yang mendukung Hj Rustriningsih untuk maju dalam Pilgub Jateng, Jumat (19/04/2013).

Ganjar Pranowo sejak pagi melakukan safari di beberapa tempat untuk mensosialisasikan dirinya yang akan maju ke Pilgub Jateng Mei mendatang. Ganjar Pranowo blusukan ke pasar Puri. Ganjar juga sempat melakukan dialog dengan sejumlah pedagang dengan menanyakan sejumlah harga barang serta prasarana pasar.

Kemudian dengan didampingi mantan bupati Pati, H. Tasiman SH selanjutnya Cagub Ganjar Pranowo kemudian menemui sejumlah bakul ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Juwana. Setelah itu, Ganjar Pranowo meluncur ke wilayah kecamatan Sukolilo. Di daerah ini Ganjar Pranowo sempat melakukan dialog dengan sejumlah korban banjir bandang.

Selama di Sukolilo cagub Ganjar Pranowo bahkan sempat diajak petani setempat untuk melakukan ‘gropyokan’ (mengusir) tikus setelah sebelumnya sempat menemui warga suku ‘samin’.

“Pak Ganjar Pranowo mendengarkan secara baik dan mencatat semua masukan dari masyarakat,” kata seorang anggota timses, bernama ahmad Mufith.

Sayangnya, kunjungan cagub Ganjar Pranowo ke wilayah kabupaten Pati tidak banyak diketahui masyarakat luas. Hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi dari tim sukses dalam melakukan komunikasi ke masyarakat luas. Sehingga kunjungan cagub yang maju dari PDI Perjuangan ini hanya diketahui terbatas pengurus partai saja. (Cuk)

Sumber: http://krjogja.com/m/read/169463/ganjar-dan-rustriningsih-safari-ke-pati.kr

KABAR24.COM, SOLO— Calon gubernur Jawa Tengah dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo meminta Rustriningsih berpikir ulang soal rencananya mundur dari PDIP.

Ganjar menilai Rustri masih menjadi sosok yang dibutuhkan partai.

“Mbak Rustri tetap diperlukan partai. Di deklarasi saja diundang, masa tidak diperlukan,” ujarnya saat ditemui wartawan di Loji Gandrung, Minggu (14/4).

Ganjar mengakui hingga kini belum ada kesempatan bertemu dengan Rustriningsih. Meski demikian ia masih berharap Rustri mau menjatuhkan dukungan kepadanya.

“Mbak Rustri masih kader. Harapannya ya mendukung arahan partai,” tandasnya

Di sisi lain, kubu Ganjar Pranowo geram dengan pembatalan izin penggunaan terjun payung dalam acara deklarasi di Stadion Manahan, Solo. Rencananya, terjun payung tersebut akan membawa banner besar dukungan Ganjar-Heru.

“Sebelumnya sudah dapat izin tapi tiba-tiba batal. Kami tidak tahu alasannya,” ketus Ganjar.

Pihaknya menduga ada campur tangan pihak lain yang tidak senang dengan deklarasinya di Solo.

“Kami punya pengalaman lama berhadapan dengan cara seperti ini. Demokrasi dicederai kooptasi alat-alat negara,” kecamnya. (JIBI/nj)

Sumber: http://www.kabar24.com/index.php/pilgub-jateng-2013-ganjar-minta-rustriningsih-tak-tinggalkan-pdip/

SOLO — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo mewaspadai strategi pemenangan Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmodjo di Kota Bengawan.

Minimnya atribut kampanye Bibit-Sudijono di Solo menjadi sorotan kubu Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko.

Sekretaris DPC PDIP Solo, Teguh Prakosa, mengakui hal itu menjadi pembahasan di internal PDIP selaku partai pengusung Ganjar-Heru. ”Itu jadi pertanyaan di internal partai sampai saat ini kenapa belum memasang tanda gambar,” jelasnya, Senin (22/4/2013).

Disampaikannya sampai saat ini pihaknya belum mengetahui ihwal atribut kampanye Bibit-Sudijono yang masih minim. Bisa jadi, tim pemenangan Bibit memiliki strategi lain guna mendulang suara di Kota Solo saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013. ”Strateginya seperti apa? Apa ada strategi yang lain? Ini yang menjadi pertanyaan dari kami,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya sudah menyusun sejumlah langkah strategis untuk memenangkan Ganjar-Heru di Kota Solo. Salah satu yang bakal dilakukan yakni mendekati warga yang masih memiliki pola pikir tradisional. ”Jadi bagaimana caranya agar orang-orang tradisional itu mengingat sosok gubernur yang lain,” jelas dia.

Soal pernyataan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, terkait dugaan pengarahan bintara pembina masyarakat (babinsa), Teguh menegaskan pihaknya secara intensif mengawasi pergerakan para babinsa.

”Kami sering berkomunikasi dengan babinsa. Untuk menjaga agar tidak ada pergerakan pengarahan itu,” urainya.

Sementara itu, Penasihat Tim Pemenangan Bibit-Sudijono Wilayah Solo, Umar Haysim, menjelaskan guna pemenangan calon yang diusungnya tak perlu dengan memasang atribut kampanye di banyak tempat.

”Pemasangan itu ada waktunya sendiri. Nanti saya rasa juga tak sesemarak atribut-atribut yang lain. Kami tidak terlalu mengandalkan atribut,” jelasnya.

Umar menambahkan Bibit memiliki pertimbangan tersendiri soal pemasangan atribut kampanye di berbagai daerah. ”Beliau pasti membaca per daerah harus seperti apa, strateginya tentu berbeda-beda. Strategi yang diterapkan di Solo kemungkinan bisa menyentuh,” ungkapnya. (JIBI/Solopos/Taufiq Sidik Prakoso/dba)

Sumber: http://www.bisnis-jateng.com/index.php/2013/04/pilgub-jateng-kubu-ganjar-waspadai-strategi-bibit/

BOYOLALI – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menargetkan sebanyak 45% perolehan suara di Kabupaten Boyolali untuk pasangan Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, 26 Mei mendatang.

Ketua Badan Pemenang Pemilu PDIP Boyolali Seno Samodromengatakan pasangan Ganjar-Heru di kabupaten setempat ditargetkan mampu memperoleh 45% suara dari 810.118 daftar pemilihan tetap (DPT).

“Kami optimistis mampu memenangkan pasangan Ganjar-Heru yang diusung PDIP itu,” katanya, Senin (22/4/2013).

Selain itu, kata Seno Samodro, pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng juga yakin dilakukan satu putaran. Seno Samodro menjelaskan, pihaknya telah melakukan konsolidasi ke bawah dari DPC, PAC, dan anak ranting untuk memenangkan pasangan Ganjar-Heru.

“Ganjar juga yakni Boyolali lumbung suara terbesar untuk pemenangan di Jateng. Kami bekerja keras sosialisasi ke masyarakat untuk pemenangan pasangan Ganjar-Heru dengan nomor urut tiga,” katanya.

Apalagi, lanjutnya, Ganjar Pranowo merupakan sosok yang mempunyai intergritas, paling bersih, dan pekerja keras di antara, calon-calon lainnya.

Tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng akan bertarung pada 26 mendatang yakni dengan nomor urut 1, Hadi Prabowo-Don Murdono yang diusung PKS, PKB, Partai Gerindra, PPP, Partai Hanura, dan PKNU, nomor urut 2 yakni Bibit Waluyo dan Sudijono Sastroatmodjo (Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PAN).

Pasangan nomor urut 3, yakni Ganjar Pranowo dan Heru Sujatmoko yang diusung oleh PDI Perjuangan. (Antara/dba)

Sumber: http://www.bisnis-jateng.com/index.php/2013/04/pilgub-jateng-pdip-boyolali-targetkan-45-untuk-ganjar-heru/

MAGELANG, suaramerdeka.com – Calon Gubernur Jawa Tengah yang diusung PDI Perjuangan Ganjar Pranowo semakin intensif mendekati warga NU. Ganjar berharap warga NU yang mayoritas di Jawa Tengah bisa menjadi basis pendukung dirinya dalam Pilgub 26 Mei.

Hal ini disampaikan Ganjar Pranowo seusai berdialog dengan pengurus PCNU Kabupaten Magelang, badan otonom NU, serta puluhan kiai kampung. Sebelumnya, cagub dengan moto Gagah (Ganjar Gandeng Heru) ini menggelar jalan sehat di Kota Magelang dan kemudian dilanjutkan mujahadah bersama ribuan warga NU di Ponpes Darussalam Timur Dusun Watucongol, Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan.

Hadir dalam kesempatan ini pengasuh Ponpes Ushuluddin Salaman KHM Mansyur Chadziq, Ketua DPC PDIP Kabupaten Magelang Ir Singgih Sanyoto, Ketua PCNU KH Afifudin Lc, Ketua PC Muslimat NU Dra Noer Istikomah, Ketua PC Fatayat Titik Rahmawati dan ribuan kiai kampung.

Dalam kesempatan ini, Ganjar mengajak warga NU untuk mengembangkan pertanian organik. Ia mengakui partisipasi warga NU dalam memajukan bangsa dan menyejahterakan masyarakat. “Banyak sumbang sih NU dalam pertanian. Kerja sama NU dan sejumlah pendeta hasilkan pupuk organik yang bagus. Kita akan undang mereka untuk pemaparan,” kata Ganjar.

Menurut Ganjar penggunaan pupuk kimia membuat tanah menjadi rusak dan tidak lagi subur. Untuk itu, ia mengajak warga NU mengembangkan pertanian ramah lingkungan.

Disebutkan, bahwa untuk bisa maju petani butuh pendampingan dari penyuluh pertanian. Jika terpilih menjadi gubernur, Ganjar ingin setiap desa memiliki satu penyuluh pertanian. “Satu desa harus punya satu penyuluh. Mereka tidak sekedar penyuluh namun terlibat langsung dengan pertanian masyarakat. Penyuluh harus didiklat,” jelas dia.

Dia mengatakan, bahwa prioritas memajukan petani Jawa Tengah adalah jaminan ketersediaan air dan pupuk, serta pemasaran hasil panen. “Seperti kata Bung Karno kita harus mandiri dalam bidang ekonomi,” tegas dia.

Menurut Ganjar, dirinya mempunyai kedekatan kultural dengan NU. Pasalnya, mertuanya merupakan tokoh NU di Purbalingga. “Saya juga sudah sowan ke tokoh-tokoh NU. Ini saran Pak Adnan (Ketua PWNU Jateng),” kata dia.

Ketua PCNU Kabupaten Magelang KH Afifudin Lc mengaku pihaknya mengapresiasi langkah Ganjar mendekati pemilih NU Magelang. Apalagi Ganjar merupakan cagub yang memiliki nasaf (keturunan) NU.

Ia mempersilakan warga NU memilih ketiga cagub yang terbaik sesuai keyakinan masing-masing. Sejumlah kyai kampung kemudian menanyakan nomer urut Ganjar dalam Pilgub nanti agar tidak salah pilih.

Sumber: http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2013/04/21/153897/Ganjar-Ajak-Warga-NU-Kembangkan-Pertanian-Organik

KEBUMEN – Pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko yang diusung PDI Perjuangan pada Pemilukada Jawa Tengah tahun ini terus berupaya meraih dukungan masyarakat akar rumput. Salah satu cara yang digenjot demi memuluskan jalan Ganjar ke kursi Gubernur Jawa Tengah adalah dengan memerbanyak Relawan Gagah (Ganjar-Heru) di tingkat bawah.

Ketua Relawan Gagah Kebumen, Rahmat Sahid menyatakan, melalui kerja relawan maka nama Ganjar-Heru diharapkan kian dikenal dan didukung. “Kami ingin adanya perubahan secara umum dalam kebijakan-kebijakan di Jateng, secara khusus yang menyangkut kepentingan Kebumen,” kata Sahit dalam acara deklarasi Relawan Gagah Kebumen di sebuah rumah makan di Kebumen, Minggu (22/4).

Menurutnya, persoalan-persoalan di Kebumen yang selama ini muncul dan butuh peran Pemprov Jateng justru kerap diabaikan. Sahit mencontohkan persoalan pertanahan dan sengketa lahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat petani di Kebumen yang didiamkan oleh Pemprov Jateng.

“Sering ada kasus lahan untuk keseharian mencari nafkah, justru direspon dengan represi oleh alat kekuasaan. Konflik antara petani dan tentara, petani dengan pengusaha, adalah salah satu dari bukti Pemprov Jateng saat ini tidak memiliki political will yang mengutamakan kepentingan rakyat,” ulasnya.

Karenanya Sahit yang dikenal sebagai pengusaha kuliner itu berharap pasangan Ganjar-Heru bisa memberi solusi yang tepat bagi persoalan-persoalan di Jateng, khususnya di Kebumen. Baginya, dua calon gubernur lainnya, yakni Bibit Waluyo dan Hadi Prabowo telah terbukti tidak memberi perbaikan nyata bagi Kebumen.

Sebab, kepemimpinan Bibit di Jateng maupun kiprah Hadi selama menjadi Sekda Jateng tak dirasakan warga Kebumen. “Dari tiga pasangan calon yang ada, kami menyandarkan harapan ke Ganjar-Heru yang bukan bagian dari Pemprov yang selama ini sudah jelas keberpihakannya bukan pada rakyat,” katanya.(jpnn)

Sumber: http://m.jpnn.com/news.php?id=168387