SEMARANG, KOMPAS.com — Deklarasi PDI-P mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah di Solo, Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko hanyalah menegaskan bahwa jago PDI-P lebih berjaya di Solo Raya dan sekitarnya.

“Jawa Tengah terlalu luas sehingga calon gubernur lain perlu kerja keras untuk mendongkrak elektabilitas calon,” kata Direktur Lingkaran Survei Kebijakan Publik (LSKP) Jakarta, Sunarto C, di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (14/4/2013).

Sunarto mengatakan, hasil survei sementara menunjukkan responden, yaitu calon pemilih di sejumlah kota, masih belum mengenal Ganjar Pranowo. Survei menyatakan Ganjar Pranowo hanya dipilih 8,4 persen, sedangkan kandidat Hadi Prabowo-Don Murdono yang diusung 6 koalisi parpol dipilih 6,8 persen responden.

Adapun gubernur petahana, Bibit Waluyo, yang menggandeng Rektor Universitas Negeri Semarang Sudijono Sastroatmojo, sangat dikenal sehingga dipilih oleh 39 persen responden. Sunarto menyatakan, Bibit harus mengakui bahwa peluang menang tipis di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Peluang tipis itu seperti di Purbalingga, Solo Raya, Wonogiri, serta Banjarnegara.

Dari segi rivalitas para kandidat calon gubernur, Sunarto menilai, Ganjar Pranowo dan Hadi Prabowo akan paling ketat berebut pengaruh ke masyarakat. Poin mereka sangat tipis perolehannya sehingga bila tim kampanye berjalan efektif, masih terbuka peluang menaikkan elektabilitas. Hal ini dikarenakan masih ada 45,8 persen responden pemilih yang belum atau menolak menyebutkan nama cagub yang akan dipilih pada pilgub 26 Mei 2013.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2013/04/14/22215735/Solo.Raya.Milik.Ganjar.Pranowo