Warna merah yang mendominasi setiap sudut kota Solo, Minggu (14/4), tidak mengaburkan kesejukan dan kedamaian ‘Kota Bengawan’.

Ya, hari itu sekitar 70.000 kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dari seluruh pelosok Jawa Tengah berkumpul, bersatu bulatkan tekad, mengusung Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah.

Di Stadion Manahan, Solo, hari itu kader dan simpatisan partai berlambang Banteng Moncong Putih bertekad memangankan Ganjar – Heru dengan dasar perjuangan ideologis, santun, dan berkepribadian.

Tekad yang diusung PDIP ini memang selaras dengan kepribadian Ganjar Pranowo. Pria kelahiran Karang Anyar, Jawa Tengah, 28 Oktober 1968, memang dikenal smart, arif, santun, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.

Hal ini tercermin dalam pidatonya di depan para kader dan simpatisan PDIP saat itu. Ganjar menunjukkan kepeduliaannya terhadap nasib rakyat kecil seperti petani bawang dan para nelayan.

“Saya tidak ingin petani brambang di Brebes harus ‘mbrebes mili’ (mengeluarkan air mata) karena dihantam barang impor. Saya juga tak ingin melihat banyak nelayan tak bisa melaut karena kesulitan mendapatkan solar,” ucap Ganjar.

Pria lulusan Universitas Gajah Mada yang aktif berorganisasi sejak mahasiswa tahun 1992 ini menegaskan, sebagai calon gubernur yang diusung PDI-P, tentunya merupakan amanah besar.

“Pekerjaan besar ini bisa kita bangun, kerjasama yang era antarkepala daerah. Pekerjaan ini bisa dilakukan dengan baik. Pembangun di level pedesaan akan sangat terbantu. Aparatur desa akan bekerja sekuat tenaga,” tandasnya.

Pembangunan di Jawa Tengah, lanjut suami Siti Atikoh Supriyanti ini, tak kan cukup jika hanya mendasar pada politik anggaran dan penegakan hukum, tapi harus ada pendekatan kearifan.

“Jawa Tengah sebagai episentrum dari sebuah kejayaan peradaban di masa lalu, kita tingkatkan, jika kita memenangkan pilgub ini,” ucap Ganjar. Amin…(ans/btt)

Sumber: http://m.berita8.com/m8//berita/2013/04/ganjar-pranowo-membangun-jateng-dengan-kearifan